Fayakhun Andriadi Anggota DPR Usul Pemerintah Ubah Paradigma NKRI
Menurut Fayakhun Andriadi menjaga kedaulatan
merupakan investasi jangka panjang, yang kalau dihitung sungguh sangat
menguntungkan.
Setidaknya,
kata anggota DPR dari Fraksi Golkar ini, ada dua keuntungan yang didapat dengan
menjaga kedaulatan negara. Yakni, memberikan perlindungan kepada warga negara
dan melindungi kekayaan alam Indonesia sepanjang zaman.
"Ingat,
kekayaan alam kita dari laut yang dicuri itu sekira Rp40 triliun per tahun.
Padahal untuk membangun dan melengkapi perbatasan dengan memadai tidak sampai
Rp40 triliun," bebernya.
Diketahui,
pada 3 Januari lalu, 130 pasukan TNI dikirim ke daerah perbatasan di Ambalat.
Selain itu, saat ini ada 12 perbatasan yang rawan terjadi konflik.
Untuk itu,
Fayakhun meminta pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan menjaga
kedaulatan NKRI. Selain belanja persenjataan, kapal, helikopter atau pesawat
pengintai sebagai bentuk kehadiran negara di perbatasan, juga harus ada
anggaran yang dialokasikan untuk belanja teknologi.
“Pasukan harus
ada, tapi early warning system-nya mana? Hari gini, teknologi kita nggak punya.
Saya kira Departemen Pertahanan perlu mengalokasikan anggarannya untuk belanja
teknologi," ujarnya.
Dia
mengatakan, salah satu early warning system yang dibutuhkan untuk menjaga
kedaulatan perbatasan adalah radar untuk mengawasi udara dan sensor untuk
pengawasan di darat dan laut.
Di era modern
sekarang ini, kata dia, sudah bukan jamannya kehilangan sejengkal perbatasan,
karena semuanya sudah bisa dikontrol dengan teknologi. Untuk daerah perbatasan
yang rawan dan telah memiliki titik ordinat, selain dipasang sensor atau radar,
perlu juga dipasang kamera.
"Batas
wilayah yang titik ordinatnya sudah ditetapkan, itu dipasangi sensor. Kalau di
laut, bisa sensor apung atau diletakkan di suar milik kita yang sudah ada.
Kalau di darat dibuatkan tugu biar aman dari pencurian," tandasnya.
Dalam
kesempatan yang berbeda FayakhunAndriadi (Fraksi Golkar), menyarankan kepada pemerintah untuk mengubah
paradigmanya dalam menjaga kedaulatan NKRI, terutama di wilayah perbatasan.
Menurutnya, dari sisi ekonomi jangka panjang, menjaga perbatasan bisa
menguntungkan.
"Menjaga
kedaulatan itu,bagi saya sebuah investasi jangka panjang, sangat menguntungkan.
Selain menjaga kedaulatan negara, tentunya dapat melindungi kekayaan alam Indonesia,"
katanya kepada para wartawan, Sabtu (16/1) kemarin.
"Kekayaan
alam kita dari laut itu yang dicuri sekitar Rp40 triliun per tahun. Kalau saja
kita punya anggaran Rp40 triliun kemudian dialokasikam untuk membangun dan
melengkapi perbatasan memadai untuk satu tahun saja, pasti sudah BEP (break
event point). Apalagi, melindungi perbatasan itu sebenarnya nggak sampai Rp 40
triliun," katanya lagi.
Pada 3 Januari
lalu, Fayakhun menjelaskan, sebanyak 130 pasukan TNI dikirim ke daerah
perbatasan di Ambalat. Selain Ambalat, katanya lagi, ada 12 perbatasan lainnya
yang rawan terjadi konflik. Atas dasar ini, pemerintah dianggapnya perlu
mengalokasikan anggaran untuk pembangunan, menjaga kedaulatan NKRI.
Belanja
persenjataan, kapal, helikopter atau pesawat pengintai, termasuk, imbuhnya
lagi, alokasi anggaran untuk belanja tekhnologi.
"Teknologi
pertahanan kita kurang memadai sekarang ini sehingga Departemen Pertahanan
(Dephan)perlu mengalokasikan anggarannya untuk belanja teknologi pertahanan
kita," kata Fayakhun..
"Early
warning system yang dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan perbatasan adalah radar
untuk mengawasi udara dan sensor untuk pengawasan di darat dan laut. Dengan
alat itu, bisa efisien, pasukan berjaga di pos-pos, begitu ada kiriman sinyal
dari sensor atau radar, langsung siaga, pasukan langsung berangkat,
ngecek," katanya lagi.
Bangsa
Indonesia, ujar Fayakhun lagi, sudah tidak boleh memiliki sejarah baru lagi,
kehilangan wilayah kedaulatannya . Untuk itu, menjaga perbatasan dengan
tekhnologi yang canggih, di era moderen ini sangatlah diperlukan.
"Batas
wilayah yang titik ordinatnya sudah ditetapkan, itu dipasangi sensor. Sementara
di laut bisa dengan sensor apung atau diletakkan di suar yang sudah kita
miliki. Sementara di darat dibuatkan tugu biar aman dari pencurian,"
Fayakhun menambahkan.
Komentar
Posting Komentar